Defining the Boundaries of Morality, Rationality, and Justice in Constitutional Court Review of Open Legal Policy
Menentukan Batasan Moralitas, Rasionalitas, dan Keadilan dalam Tinjauan Mahkamah Konstitusional terhadap Kebijakan Hukum Terbuka
DOI:
https://doi.org/10.19184/j.kk.v5i2.53687Keywords:
Constitutional Court, Intolerable Limits, Batasan yang Intolerable, Mahkamah Konstitusi, Open Legal PolicyAbstract
The Constitutional Court serves as the final interpreter of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia through its authority in judicial review. This authority has evolved to encompass the legislative domain, specifically regarding "open legal policy." In reviewing such policies, fundamental limits exist: morality, rationality, and intolerable injustice—standards that continue to undergo development. This study employs a normative-juridical research method with a case approach to analyze these limits within Constitutional Court decisions, and a conceptual approach to examine their underlying concepts. The findings reveal that morality, rationality, and intolerable injustice are not always applied collectively; they also function independently as limits, principles, and values. Furthermore, these standards are not only applied to open legal policy review but also serve as a mechanism of checks and balances and an instrument to control the distribution of power among state branches.
Mahkamah Konstitusi merupakan lembaga terakhir penafsir UUD NRI 1945 dalam kewenangannya menguji undang-undang. Dalam perkembangannya, pengujian ini tidak terbatas pada ranah yudikatif melainkan hingga legislatif, khususnya dalam bentuk open legal policy. Mengkaji tentang open legal policy, terdapat batasan fundamental yaitu moralitas, rasionalitas, dan ketidakadilan yang intolerable yang terus berkembang. Untuk menganalisis perkembangan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian yuridis-normatif dengan pendekatan kasus guna menganalisis batasan moralitas, rasionalitas, dan ketidakadilan yang intolerable pada putusan Mahkamah Konstitusi, serta pendekatan konseptual guna menganalisis konsep batasan tersebut. Peneliti menemukan bahwa moralitas, rasionalitas, dan ketidakadilan yang intolerable tidak selalu digunakan secara senafas, tetapi dapat pula digunakan secara terpisah, tidak hanya sebagai batasan tetapi juga sebagai prinsip dan nilai. Kegunaan moralitas, rasionalitas, dan ketidakadilan yang intolerable tidak hanya digunakan dalam praktik pengujian terhadap kebijakan hukum terbuka, melainkan juga dapat digunakan sebagai mekanisme check and balances antar cabang kekuasaan negara sebagai instrument yang mengontrol antar cabang kekuasaan.
Downloads
References
Al-Fatih, Sholahuddin, “Akibat Hukum Regulasi Tentang Threshold Dalam Pemilihan Umum Legislatif Dan Pemilihan Presiden” (2019) 12:1 J Yudisial 17.
Al-Fatih, Sholahuddin “Interpretation Of Open Legal Policy By The Constitutional Judges In Judicial Review Of Parliamentary Thresholds” (2021) 6:2 Diponegoro Law Rev 231–246.
Andra Triyudiana & Putri Neneng, “Penerapan Prinsip Keadilan Sebagai Fairness Menurut John Rawls Di Indonesia Sebagai Perwujudan Dari Pancasila” (2024) 2:01 Soll J Kaji Kontemporer Huk Dan Masy, online: <https://journal.forikami.com/index.php/dassollen/article/view/528>.
Annisa Salsabila, Tria Noviantika, & Ahmad Yani, “Initiating Constitutional Morality: Political Intervention, Ethical Reinforcement, and Constitutional Court Decisions in Indonesia” (2024) 10:2 Const Rev 505–537.
Ansori, Lutfil, “Telaah Terhadap Presidential Threshold Dalam Pemilu Serentak 2019” (2017) 4:1 J Yuridis 15.
Arrsa, Ria Casmi, “Pemilu Serentak dan Masa Depan Konsolidasi Demokrasi” (2016) 11:3 J Konstitusi 515.
Barbour, Charles, “The Logic Question: Marx, Trendelenburg, and the Critique of Hegel” (2023) 32:3 Hist Mater 252–281.
Batubara, Rajali, “Peranan Interpretasi Hukum Dalam Praktik Peradilan Di Indonesia” (2024) 2:1 El-Sirry J Huk Islam Dan Sos 71–92.
Bisariyadi, Bisariyadi, “Yudisialisasi Politik dan Sikap Menahan Diri: Peran Mahkamah Konstitusi dalam Menguji Undang-Undang” (2016) 12:3 J Konstitusi 473.
Eko Prasetyo, Riyadi & Dr Sodikin Dr Sodikin, “Analysis presidential Threshold Perspective of Law Number 7 of 2017” (2025) 7:2 Int J Adv Eng Manag 269–275.
Fauzani, Muhammad Addi et al, “Living Constitution in Indonesia: The Study of Constitutional Changes Without A Formal Amendment” (2020) 7:1 Lentera Huk 69.
fauzani, Muhammad Addi & Fandi Nur Rohman, “Urgensi Rekonstruksi Mahkamah Konstitusi Dalam Memberikan Pertimbangan Kebijakan Hukum Terbuka (Open Legal Policy)” (2020) 35:2 Justitia Pax, online: <https://ojs.uajy.ac.id/index.php/justitiaetpax/article/view/2501>.
Hapsoro, Fakhris Lutfianto & - Ismail, “Interpretasi Konstitusi Dalam Pengujian Konstitusionalitas Untuk Mewujudkan The Living Constitution” (2021) 50:4 J Huk Pembang 992.
Husni, Sabar Indra, Hedwig Adianto Mau & Rotua Valentina Sagala, “The Concept of Open Legal Policy in Constitutional Court Decision No. 90/PUU-XXI/2023 on the Age Limit for Candidates for President and Vice President” (2025) 4:3 Policy Law Notary Regul Issues Polri 319–337.
i Gusti Ketut Ariawan, “Metode Penelitian Hukum Normatif” (2013) 1:1, online:<https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/KW/article/view/419/344>.
Itasari, Nur’Ayni, “Penerapan Parliamentary Threshold pada Pemilihan Umum 2009” (2013) 3:2 Al-Daulah J Huk Dan Perundangan Islam 356–374.
Kant, Immanuel, Dasar-Dasar Metafisika Moral (Sleman: Insight Reference, 2022) Cetakan Kedua.
Kien, Pham Thi, “Marxist philosophy and its influence on today’s world” (2025) 22:1 Kalagatos ek25008.
Manfred Nowak, Djumantoro Purbo, & Sri Sulastini, Pengantar Pada Rezim HAM Internasional (Jakarta: Raoul Wallenberg Institute, 2003).
Mantara Sukma, Gardha Galang, “Open Legal Policy Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi (Studi terhadap Putusan MK Bidang Politik Tahun 2015-2017)” (2020) 5:1 J Lex Renaiss, online: <https://journal.uii.ac.id/Lex-Renaissance/article/view/16804/pdf>.
Mardian Wibowo, “Menakar Konstitusionalitas Sebuah Kebijakan Hukum Terbuka Dalam Pengujian Undang-Undang” (2015) 12:2 J Konstitusi 196–216.
Mendy, Ousu & Ebrima Sarr, “The Judiciary in Governance: Understanding the Juridical Nature and Function of the Constitutional Court of Indonesia” (2025) 2:1 J Indones Const Law 1–22.
Nietzsche, Friedrich, The birth of tragedy and The genealogy of morals (Garden City, N.Y., Doubleday, 1956).
Nugroho, Rahmat Muhajir, Sobirin Sobirin & Reyhan Gymnastiar, “Judicial Activism vs. Electoral Justice: The Overlooked Purcell Principle in Indonesia” (2025) 32:2 J Huk IUS QUIA IUSTUM 361–386.
Prabowo, Romi Galih & Wahyu Donri Tinambunan, “Constitutional Implications of KPK Leadership Term Changes: Analysis of MK Decision No. 112/PUU-XX/2022 and Ruling Inconsistencies” (2023) 8:1 J Huk Volkgeist 108–116.
Pradana, Syafa’at Anugrah et al, “Komodifikasi Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia melalui Ikhtiar Aktivisme Yudisial” (2024) 5:2 Amsir Law J 106–116.
Putusan Mahkamah Konstitusi No 51-52-59/PUU-VI/2008, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi No 52/PUU-X/2012, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi No 62/PUU-XXII/2024, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi No 90/PUU-XXI/2023, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi No 93/PUU-XVI/2018, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi No 112/PUU-XX/2022, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 116/PUU-XXI/2023, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi No 15/PUU-XV/2017, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi No 22/PUU-XV/2017, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi No 53/PUU-XV/2017, Mahkamah Konstitusi.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 10/PUU-III/2005, Mahkamah Konstitusi.
Satriawan, Iwan & Tanto Lailam, “Open Legal Policy dalam Putusan Mahkamah Konstitusi dan Pembentukan Undang-Undang” (2019) 16:3 J Konstitusi 559.
Supryadi, Ady et al, “Penafsiran Konstitusi Terhadap Putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023 Tentang Ambang Batas Parlemen” (2024) 18:1 Ganec Swara 592.
Ramly, Andi Muawiyah, Peta Pemikiran Karl Marx: (materialisme dialektis dan materialisme historis), cetakan iv edn (Yogyakarta: LKiS, 2004).
Safa’at, Muchammad Ali, Hukum Acara Mahkamah Konstitusi (Jakarta: Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi, 2019).
Syahrin, Muhammad Alvi, “The Principle of Non-Refoulement as Jus Cogens: History, Application, and Exception in International Refugee Law” (2021) 6:1 J Indones Leg Stud 53–82.
Utomo, Nurrahman Aji, “Dinamika Hubungan Antara Pengujian Undang-Undang dengan Pembentukan Undang-Undang” (2016) 12:4 J Konstitusi 825.
Wibowo, Mardian, I Nyoman Nurjaya & Muchammad Ali Safaat, “The Criticism on the Meaning of “Open Legal Policy” in Verdicts of Judicial Review at the Constitutional Court Mardian Wibowo” (2018) 3:2 Const Rev 262.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alendra Nauval Mufti Rayhan, Muchammad Ali Safaat, Ria Casmi Arssa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


